Journey (5) : Muhida Goes to Bali - day 1

 Muhida Goes to Bali

“Percayalah, tangkapan lensa mata lebih indah daripada lensa kamera“

Kamis, 15 Januari 2026 (Day 1)

Diawali dengan pawai isra’ mikraj di pagi hari, lalu guru-guru pulang dan berkumpul lagi di sekolah pukul 14.00 di Jalan Malik Ibrahim. Rencananya bis berangkat sekitar pukul 15.00 daaaaan taraa masih terbilang tepat waktu karena sekitar jam 15.05 kita sudah mulai jalan. Jalan ke arah Sekardangan terusss menjelajah jalan arteri sampai masuk tol.

Aku di bis 2 duduk bareng Bu Nisa rpb. Depanku Bu Wardah dan Bu Dina. Kita naik bis Tinara legrest jadi bisa selonjoran lah lumayan. Setiap penumpang dapat boarding pass kaya gini, isinya informasi seat, rute, nama hotel tujuan, kamar hotel sampai suttle kita ke hotel. Alhmadulillah bis 2 ini hampir full ketawa dan karaoke. Setengah lagi? Tidur... Nggak lupa ada Bu Usi dan Bu Farida yang tetap sibuk ujian, Bu Wiwin dan Pak Yatno yang memandu karaoke, ditambah lainnya jadi backing vocalnya. Kita berbagi mic dengan rukun kok, ketika sudah menyanyi dan ada yang pengen pegang mic, kami salurkan hehehe.

Utama Raya Beach

Tujuan pertama kita ke Utama Raya Beach buat makan malam. Sebelum sampai, kami melewati PLTU Paiton. Sudah nggak asing lah ya.. Dua kali ke Bali ngelewati Paiton tuh kena malem hari, baru ini sepertinya dapet lihat pas sore. Nyala lampunya keren dong. Jadi masih kelihatan bangunannya. Nah, fyi kalau nggak salah lepas dari Paiton kami ke toilet di pom bensin dan ini bersih sekali. Pom bensinya ada masjid dan beberapa kamar mandi gratis, recomended poll.

Estimasi datang di jam 6 sore, tapi dengan laju cepat, bis 2 datang awal sekitar pukul 5. Dateng langsung foto dulu lah buat pap kalau sudah sampai. Langsung mulai ke toilet dan berwudlu untuk nunggu sholat maghrib. Eh ibu-ibu foto, bapak-bapak diam-diam udah main ke pantai aja. Setelah sholat, barulah kita makan malam. Selesai makan, aku, Bu Dina dan Bu Puji menyempatkan waktu untuk main ke pantainya. Ternyata lumayan juga sih perjalanannya (kalau jalan). Buat aku pantai ini keren. Walau aku ke pantainya pas langit udah gelap. Oh iya, kalau kata Bu Dina, "Bu Puji itu umur boleh banyak, tapi kekuatan masih sama kaya anak usia 27" intinya gitu. Tapi oke banget Bu Puji jalan juga nggak ngeluh.

Air laut pas pasang dan kami bertiga hanya di bagian pinggir paving (nggak sampai ke bawah ke bibir Pantai) karena hari sudah gelap dan air laut sampai meninggi berlomba-lomba membasahi paving. Asli ini nggak bisa cantik buat difoto, cukup direkam lewat memori mata saja keindahan ini. Di sini, kita hanya dengar debur ombak dan melihat ombak terbentur tembok pinggir pantai dan airnya melayang ke atas. 

Sepanjang jalan ke pantai atau balik, sambil merhatikan penginapannya. Emang asyik sih kalau nginep di sini kayanya. Sebelumnya aku cuma diceritain tentang bagusnya Utama Raya ini, but hari ini aku ngerasain sendiri.

Pelabuhan Ketapang

Sepanjang jalan milih nggak tidur dan emang kurang bisa nyenyak tidur walau pake kursi leg rest (maklum masih hari pertama meninggalkan kasur). Tapi dengan gitu, aku bisa lihat kalau jalanan menuju Banyuwangi ini meninggi, menurun dan miring. Bis 2 juga diingatkan sama Bu Farida "Kalau jalanan naik kita mengucap? Allahu Akbar, kalau menurun? Subhanallah"

Sampai di dermaga sekitar jam 12 an malam WIB. Menunggu sejenak baru kami antri masuk kapal. Subhanallah, kapal yang kami naiki ini ada tempat tidurnya, kawan. Jadi, ada tempat duduk dan tempat tidur juga. Sepertinya sih ini bukan kelas kapal yang aku naiki saat dua kali ke Bali beberapa tahun lalu. Dua kata untuk pemesanan kapal ini : sangat nyaman. Selain itu, di bagian atas juga bisa digunakan penumpang melihat pemandangan laut dari lantai dua. 

Yap, kita naik kapal Portlink, memang versi yang ada kursi dan kasurnya. Karena masih baru perjalanan mungkin, jadi bapak dan ibu guru masih semangat untuk menjelajah seisi kapal. Ada yang yaaa.. duduk-duduk aja, ada yang tiduran di kasur karena lelah punggung atau bersantai di lantai atas cosplay titanic. Selama kapal jalan alhamdulillah nggak kerasa goyang-goyang, muluss. Keren abizz.



Komentar