JOURNEY 1: Long Time No See LPCA *eps1


Long Time No See LPCA 
*eps1

“Rekreasi..!”
Kurang lebih sih ini momen dambaan temen-temen muda-mudi Lemah Putro. Hampir setiap kita ketemu, kata ini seolah menjadi jawaban ketika Mas Andy, ketua muda-mudi masjid Al Mukminun, Lemah Putro tanya, “Apa ada usul dan saran?”

Yap, itu artinya kita kangen liburan. Entah kapan terakhir muda-mudi ini liburan bareng. Terakhir aku ikut pas liburan ke Pantai Bale Kambang, Malang di tahun terakhir sebelum aku mondok. Hehe, aku ingat karena aku tulis serunya liburan dalam catatan aku di facebook. Asyik tuh, sayangnya tahun berganti dan generasi juga ikut berganti. Kayanya senior-senior yang ikut pas aku liburan dulu udah hengkang dari status muda-mudinya.

“Ehm, sebenernya saya dan Mas Diki punya rencana, baru ngobrol-ngobrol tentang rekreasinya nyewa villa sehari terus kita bikin acara di sana. Saya soale baru-baru kemarin nyewa villa buat acara keluarga besar. Toh, tujuan kita kan biar makin akrab,” usul Mas Agung di tengah berbagai usulan calon destinasi yang sudah terucap. Ada Pantai Bale Kambang, Pantai Sendiki, Pantai Teluk Asmara, dan lainnya gunung-gunung.

“Jadi pilihannya ada dua, antara long trip atau nyewa villa ini. Kalau long trip ya seperti rekreasi biasanya. Kita nyewa bis, pergi ke tempat tujuan wisata. Tapi nyatanya selama di perjalanan kita juga sibuk dengan HP masing-masing, kan? Dan perjalanan jauh juga memakan waktu,” lanjut Mas Agung meyakinkan argumennya tadi.

“Iya juga sih..”

“Bener..”

“Hmmm....”

Nah kan. Beberapa respon positif menyambut baik usulan Mas Agung itu. Entah ya, kadang beberapa kata-kata sesepuh muda-mudi ini bisa membius pendengarnya untuk berkata ‘iya’.

“Jadi, pilih yang bikin acara di villa aja nih,” kata Andy ketok palu.

Well, kalau dipikir-pikir ini ide keren dong. Bakal jadi acara anti mainstream juga nih karena beda dari rekreasi biasanya. Rata-rata kan acara di villa ini mirip acara LDKS, diklat atau semacamnya. Uhuy!

Singkat cerita, setelah ditetapkan bahwa rekreasi kita akan ke villa, lalu kita bentuk kepengurusan. Kalau kata Mas Agung kalau bisa beda dengan pengurus muda-mudi biasanya. Ini tim khusus, tim untuk mensukseskan acara refreshing muda-mudi LPCA (Lemah Putro Cinta Alam) 2019. 

Awalnya karena kita bingung harus gimana nunjuknya, kita votting. Satu per-satu temen-temen nyebutin kandidatnya. Pilihan terbanyak ada di Diki. “Diki juga anak muda-mudi lama, jadi in syaa Allah lebih paham di sini,” terang Mas David lebih meyakinkan kita. Hmm, kalau menurut aku deh, aku netral yang penting ikut rekreasi aja deh. Aku anak lama tapi baru balik ke Sidoarjo, kayanya aku manut aja ketimbang sok tau, kan. Barulah setelah ada ketua, kita susun wakil-wakil yang bantu Diki. Yash, pada intinya semua kerja , yang ikut mondar-mandir aja juga termasuk kerja.

.....

By the way, mungkin ini jadi kali pertama nya aku bisa tau langsung ribetnya ikut ngurusi acara rekreasi. Pasalnya kali ini aku ikut nimbrung dalam musyawarahnya. Mulai dari musyawarah milih tanggal, milih villa, sama-sama ngitung perkiraan dana, konsumsi, sampai jumlah pesertanya juga. Yah, keliatannya aja di alurnya gini-gini aja, tapi pas dijalani ternyata lumayan pusing juga. Intinya, ngurusi diri sendiri aja uda berat, apalagi disambi ngurusi orang, jiaaaaaaaaah..

Di sini, tugas aku sendiri keliatannya nggak seberapa berat. Bikin proposal acara, mendata temen-temen peserta, hmm kayanya gitu aja. Tapi, mulai beratnya itu pas udah bikin proposal dan proposalnya dibalikin karena ada yang perlu direvisi. Nggak tanggung-tanggung, dibalikin, disuruh bikin lagi, dibalikin, disuruh bikin lagi sampai ada empat proposal bercecer. Syukurnya ada Diki dan Lidia yang bantuin banyak jadi aku agak buanyak terbantu sampai aku-nya malah nggak tau kalau proposal revisi-annya sampai ada empat, hehehe.

“Transport gimana nih, mas, mbak?” bingung Andy.

Ini nih, sangat jelas bedanya antara ribetnya cowo dan cewe dalam ngurusi acara. Sama-sama ribet, tapi in syaa Allah ribetnya cewe nggak seribet cowo yang ditambah harus nyari transport, menghubungi bapak-bapak pemilik villa atau cek villa juga. Kalau cewe lebih ke urusan konsumsi yang ternyata konsumsinya di-handle sama Ibunya Mbak Tarista. Makin nganggur ini cewenya.

Ada kendala? Yaps, tentunya. Semua alur tidak berjalan sangat mulus. Ibarat jalan, musyawarah kita masih ada aja polisi tidurnya. Tapi, nggak papa. Semakin banyak kendala, semakin kita belajar cari solusi, kan ya? Yang awalnya cuma susunan acara kita yang direvisi, makin ke sini kita juga perlu revisi villa tujuan kita, revisi rincian belanja konsumsi dan rincian pengeluaran lainnya. Vila ini cocok, tapi harganya nggak cocok. Laporan keungannya udah jadi, tapi nanti bisa minus. Huft!

Oh iya, selain sekertaris, aku juga diberi tambahan ikut di tim acaranya. Hmm, kurang lebih bahas detail acara dari sore sampai ketemu sore lagi selama kita ada di villa-nya. Mulai dari yang acara nasehat pemantapan, games sampai ishoma. Termasuk kita juga yang nyusun rencana gamesnya kurang lebih. Di tim acara ini ada aku, Mas Sandi, Mas Lutfi, Mas Ekky dan senior Mas Agung. Yaaa, meski untuk general musyawarah rekreasi ini masih kita revisi terus, toh rekreasinya jadi atau enggak yang penting gamesnya sudah ada. Bisa juga dipakai buat pas nggak rekreasi.

Sampai jalan H- dua minggu, kita semakin gencar musyawarah. Karena semakin nambah revisinya, semakin dibutuhkan juga akal-akal untuk ekstra mikir bagaimana jalan tengahnya supaya acara tetap jalan. Nggak salah juga kalau beberapa orang yang tau kita sering musyawarah sampai heran, “Apa sing yang dibahas?”. Yaaa, sering sih, tapi emang ada aja yang kurang buat dibahas. Termasuk mama dan ayah aku yang heran.

“Nek jareku, kene lanjut teros ae.” Ini nih salah satu kalimat yang bikin kita semangat. Aku lupa siapa yang berucap. Dan, kita inget terus bahwa hasil tidak akan menghianati usaha, bukan?

.....

“He besok ikut lo,” ingat si Alya ke cewe-cewe pas kita ngaji dan nggak terasa ini uda H-1 acara rekreasi. Kayanya Alya lebih ke-memastikan teman-temannya akan bawa jajan apa biar bisa saling tukeran besok.

“Iya, besok kan tempatnya dingin, bawa jaket ya,” sahut yang lain.

Yes, sedikit bisa bernafas lega akhirnya untuk teman-teman di balik layar. Apalagi pas si ketua acara maju dan menjelaskan beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan jam pelaksanaan besok. Ditambah ekspresi temen-temen yang nggak sabar nunggu matahari terbit besok. Hmm, dilihat dari perjalanan munculkan ide sampai usaha-usaha lainnya, semoga besok akan jadi hari refreshing yang menyenangkan buat kita.

Hari itu tanggal 22 dan besoknya tepat tanggal 23 Novermber 2019. Villa tujuan kami tepatnya di Tretes, dekat pasar tidak jauh dari wisata Air Terjun Kakek Bodo. Cuma dekat aja, nggak yang mampir ke air terjunya. Di villa-nya ada pancuran kecil kok, jadi nggak kalah dong sama air terjun. Kalau nama villa-nya, Sekar Kedaton.

...,


Komentar

  1. Next time kalo pandemi udah go away mantai boleh nih bareng bareng 😁

    BalasHapus

Posting Komentar