Resensi Buku (5) : Sejenak Hening

 Ini buku pinjam dari bestie Shinta Amalia Ferdaus, dia temen sekelas, temen nulis dan partner jurnalis kampus.  

“Sejenak Hening” jadi buku pertama yang menyadarkanku jika kita hidup emang dalam dunia dunia (sebelum mati), dunia nyata dan dunia maya. Jadi, gak perlu heran jika banyak yang ngerasa enggak sepenuhnya hidup di dunia nyata. Kalau si penulis menulisnya di awal halaman buku sekaligus kukira ininsinopsi juga seperti ini : 

Kita berada di era keriuhan. Kita ditarik secara tidak sadar ke dalam dua kehidupan, maya dan nyata. Sebagai makhluk sosial, kita hampir-hampir melupakan diri sendiri tersebab harus berada di dalam dua dunia itu untuk memenuhi segalatuntutan kesuksesan. 

Dalam era keriuhan, kita butuh sejenak hening. 


Judul buku : Sejenak Hening 

Nama pengarang: AdjieSantosoputro 

Tahun terbit : 2013 

Tahun cetak : 2018 

Ketebalan buku : 310 halaman 

Penerbit : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri 

Kelebihan dan kekurangan : 

- Kelebihan :  

1. Banyak quotes menarik di setiap berganti bab, quotesnya juga diambil dari beberapa kata atau kalimat dari bab sebelum atau selanjutnya 

2. Font tulisan berukuran sedang sehingga membuat pembaca mudah untuk membaca buku ini 

3. Bahasa yang digunakan ringan sehingga cocok dibaca untuk semua kalangan  

- Kekurangan : 

1. Seperti buku self improvement lainnya, buku ini juga memiliki beberapa pemilihan kata yang rumit dipahami untuk pembaca pemula 

Review :  

Dalam buku “Sejenak Hening” ini membuat kita sadar jika kita memang benar-benar perlu berhenti di tengah ere keriuhan sekarang. Berhenti bukan  yang berarti putus asa. Tapi memang kita perlu berhenti sehingga sadar penuh dengan apa yang terjadi, apa yang kita katakan, dan apa yang kita lakukan. Jangan sampai diri kita dikendalikan oleh orang lain. 


Tiga Hal yang aku petik dari buku ini : 

* Kita butuh hening, memikirkan jika jendela adalah indra, maka tutuplah jendelamu dan kontrolah. Bukalah jendelamu untuk hal-hal yang bermanfaat, bukan hal-hal yang merusakmu. Tidak perlu banyak menuntut, tapi bersyukurlah dengan apa yang ada sekarang. 

* Hadir secara utuh (diri, pikiran, tubuh) adalah cara terbaik untuk memberi hadiah untuk orang tercinta 

* Jalani hidup dengan pelan dan rasakan kebahagiaan di setiap detik kehidupan

Komentar