Ketika Tak Pernah Padam Berjuang
Cerita tentang ekonomi, pendidikan, pengorbanan, menjadi guru, pasangan, pilihan, penerimaan dan keluarga jadi satu di buku yang satu tahun lalu aku pinjam tapi baru dibaca pas liburan sekolah. Buku ini aku pinjam dari Ms Fajar. Keren, dua POV orang yang beda lama-lama bermuara ke satu cerita bersama.
Judul buku : Dompet Ayah Sepatu Ibu
Nama pengarang : JS. Khaireen
Tahun terbit : 2023
Genre : fiksi domestik
Ketebalan buku : 216 halaman
Penerbit : Gramedia Widia Sarana
Sinopsis :
Zenna dan Asrul adalah dua anak yang hidup dalam keluarga yang miskin. Keduanya hidup dengan masalah hidup mereka masing-masing. Di tengah takdir kehidupan yang tidak mudah, mereka tetap ingin berkuliah di keguruan. Memang, hasil tak menghianati usaha, tapi memang usaha mereka tidak main-main dan ujian di langkah demi langkah mereka tidaklah mulus. Dengan dompet ayah dan sepatu ibu beserta doanya, semua langkah berjalan sesuai di relnya.
Kelebihan :
1. Ukuran tulisan pas, desain buku menarik, dan tebal buku pas.
2. Buku ini menampilkan bahasa Padang, tapi di bagian bawah buku ada sitasi yang menjelaskan setiap arti katanya.
3. Ceritanya ringan tapi dalam. Bisa diselesaikan dalam waktu yang tidak lama.
Kekurangan :
1. Pas saya baca, ada satu yang janggal : anak kedua mereka tidak diceritakan, hanya berfokus ke anak yang pertama (atau saya yang nggak fokus baca).
2. Cerita menarik dan dua POV jadi hal baru buat saya, sayangnya kadang setelah baca POV orang pertama, lalu kedua, saat kembali ke cerita orang pertama lupa tadi seperti apa awalnya.
Kesimpulan :
Buku ini mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, siapa saja direkomendasikan untuk baca buku ini, apalagi guru. Hidup susah memang nyata ada, tapi berkorban dan semangat itu yang harus selalu ada pada siapa saja. Lewat novel ini mengajak kita untuk "ayo semangat, semua membutuhkan usaha dan mulai gerak saja dulu'.
Tigal hal yang aku ambil dari buku ini :
1. Jangan takut untuk memilih karena hidup memang butuh pengorbanan dan penuh dengan pilihan. Tidak ada yang bertahan dengan kita selamanya.
2. Guru yang sesungguhnya bukan hanya mengajar untuk menggugurkan kewajiban tapi benar-benar bertanggung jawab pada muridnya. Contoh dengan memfasilitasi murid itu pengetahuan saat bertanya dan mengajak murid untuk membaca guna menambah pengetahuan si murid.
3. Pernikahan tidaklah mudah dan bukan keputusan yang mudah, tapi rezeki setelah menikah itu nyata. Dan, pilihlah pasangan yang setara dalam hal apa saja.

Komentar
Posting Komentar