Muhida Goes to Bali
"Terima kasih untuk memori indah, terima kasih untuk kamu, kamu, kamu yang jadi bagian darinya"
Kamis, 18 Januari 2026 (Day 4)
Keluar dari estimasi, bis 2 sampai di dermaga sekitar pukul 2 pagi, padahal estimasinya tengah malam, itu pun kami masih menunggu bis lainnya karena hanya kami yang pertama datang. Katanya katanya bis lainnya singgah ke masjid yang seharusnya jadi tempat kita sholat maghrib dan isya. Kalau bis 2 langsung bablas karena biar langsung ke dermaga karena sudah sholat.
Menunggu beberapa waktu, akhirnya bis lainnya datang. Ini saatnya kami menunggu kapal. Singkat cerita sudah saatnya naik kapal dan kita naik kapal Dharma Kencana IX. Tentang fasilitas sama dengan kapal yang kita naiki saat menyeberang ke Bali, sama-sama ada kursi nyaman dan kasurnya. Malah baru-baru ini pas aku lihat di tiktok, kapal ini menyediakan beberapa spot menarik dan mewah. Kayanya kalau diberi rezeki dan kesempatan aku pengin naik kapal ini lagi. Tapi sayangnya oh sangat disayangkan pas naik kapal ini aku keadaan ngantuk berat. Kayanya puncak rasa kantuk aku di perjalanan ya pas ini. Aku ngerasa cuma mindahin tubuhku dari bis ke tempat duduk kapal. Yang aku ingat pas duduk di kursi kapal itu hanya Pak Putra yang lagi di kantin mau pesan sesuatu. Setelah itu aku serasa dihipnotis dan gelap.
"Miss, bangun miss sudah sampai." Kurang lebih ini suara Bu Dina yang membuyarkan tidurku. Rasanya tidur ini pulas banget sampai nggak kerasa satu jam berlalu. Ini part gong yang aku sesali sih karena aku yang tadinya pengen explore kapal kece ini malah terlelap sepanjang perjalanan. Dengan rasa kecewa, mau tidak mau aku bangun dan bersiap untuk turun dari kapal ke lantai bawah. Tapi karena aku mengantar Bu Dina ke kamar mandi dulu, setidaknya aku bisa lihat kecenya kapal ini sebentar. Keren kapal ini. Ada tulisan show music di jam 7 malam, oh jadi ini yang dimaksud hiburan di kapal. Aku lihat di google kalau kapal macam ini ada fasilitas kursi nyaman, kasur dan hiburan. Selepas dari kamar mandi, Bu Dina bilang kalau sebenarnya beliau sudah kebelet pipis daritadi tapi nggak berani ninggalin saya yang nggak bisa bangun, "takutnya sampean nggak ada yang bangunin Miss kalau saya tinggal." Bersyukur sih pas sebelahan sama Bu Dina jadi dijagain supaya saya nggak ilang kayanya, wkwkwk.
Kita harus bergegas turun karena jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi. Kalau mau sholat subuh di kapal, tapi ini sudah waktunya turun, kalau mau sholat di jam WITA tadi juga belum waktunya. Yes, kita lanjutkan perjalanan saat turun dari kapal dan menuju masjid terdekat.
Kita mampir ke masjid sekitar satu jam kurang lebih, lalu kami lanjutkan perjalanan. Sebenarnya jika sesuai rundown kita seharusnya memang sholat subuh di masjid, tapi yang sudah di tengah perjalanan antara dermaga dan rumah makan "Titin". Hokinya, kita kembali melewati PLTU Paiton dan tampak Paiton di pagi hari.
Kita kira perjalanan akan memakan waktu sebentar, eh ternyata sampai 3 jam lebih. Alhasil breakfast jadi brunch karena kita sampai di rumah makan "Titin" di jam setengah 10. Lebih lama dari 3 jam? Iya karena kita sempat mampir ke pom bensin untuk buang air.
Rumah Makan "Titin"
Lelah, letih dan lesu terbayar sudah saat bis 2 sudah parkir di depan rumah makan. Penumpang bis 2 langsung buru-buru turun. Lagi-lagi kita datang pertama. Tanpa basa-basi kita langsung datang ke tempat yang disediakan dan ambil makan. Makanan di sini mantap dan enak. Sejauh ini makanan di perjalanan kita enak semua, yang di Bali maupun Jawa.
Karena sepertinya rumah makan ini biasa disinggahi bis-bis antar kota, di sini menyediakan banyak kamar mandi dengan cukup bayar 2.000. Untuk yang belum sempat mandi dari subuh bisa nyempatkan mandi di sini. Airnya mengalir dan bersih di sini.
Sayangnya karena sudah riweh di hari terakhir ini, jadi sepertinya tidak ada hasil foto dari Pak fotografer maupun HP saya. Di sini kita sibuk menghabiskan makanan , bercengkrama sambil makan, ke toilet serta membereskan barang-barang yang akan kami bawa pulang agar mudah saat dibawa turun bis.
Sekitar pukul setengah sebelas kami bertolak ke Muhida. Bis-bis kami melewati jalan tol Probolinggo-Sidoarjo. Ternyata tol ini nggak sampai satu jam sudah keluar dari tol. Unexpectedly, saat pulang kami juga dapat makan siang dari Muhida di sekolah. Alhamdulillah.
Terahir, banyak hal yang saya syukuri di perjalanan gathering ini. Alhamdulillah selama perjalanan Allah beri kami cuaca cerah dan tidak hujan. Kalaupun hujan, itu turun saat kami masih di dalam bis. Kami senang bisa menikmati setiap destinasi dengan cuaca bersahabat. Seru, asyik. Belum bisa membayangkan bagaimana jika hujan datang saat di destinasi kami. Apalagi setelah lihat di media sosial ternyata hari Minggu sore Uluwatu hujan dan pertunjukan kecaknya bubar pas hujan.
Alhamdulillah Muhida nggak biarin kita kelaparan. Terima kasih kita diberi kesempatan jalan-jalan, tempat yang nyaman dari segi transportasi atau tempat penginapan, itenerary yang memutari Bali dari ujung sampai kotanya. Mungkin yang dikeluhkan lelah duduk di perjalanan, tapi pas sudah sampai di destinasi juga lelahnya berkurang. Terima kasih untuk semua guru karyawan Muhida yang terlibat, baik panitia maupun semua pesertanya. Memang sedikit sedih karena kita belum bisa lengkap full formasi karena ada yang memiliki kepentingan yang tidak bisa ditinggal. Semoga gathering selanjutnya Muhida bisa full team dan tetap keren. Akhir kata, Terima kasih Muhida. Kolaborasi Hebat, Muhida Melesat.
.png)
Komentar
Posting Komentar